hari ini aku nonton cukup banyak film,,, ya 3 film cukup banyak buatku. Dan kali ini aku ingin berbagi makna yang kudapat dari film itu, setidaknya makna menurutku, dalam persepsiku.
Film pertama yang aku tonton hari ini adalah "Detective Connan, Captured In Her Eyes 1". Ya, sebuah film animasi Jepang. Bercerita tentang pembunuhan para 3 polisi dan seorang dokter bedah jantung. Pada percobaan pembunuhan kepada seorang opsir polisi perempuan, Ran (salah satu tokoh utama) menyaksikan pembunuhan tersebut secara langsung, itu menyebabkan trauma dan membuatnya kehilangan ingatannya. Lupa pada semua hal. Ia ditangani oleh seorang psikiater yang ternyata adalah pembunuhnya.
Dari film pertama ini belajar beberapa hal, setidaknya aku tahu bahwa kita tidak boleh iri atas keberhasilan orang lain. Selain itu aku juga semakin mengerti bahwa ketika suatu hal yang buruk terjadi pada anaknya, maka kedua orangtua yang lama berbeda pendapat bisa menjadi satu untuk mengembalikan kebahagiaan anak-anaknya. Disini aku tersadar, anak adalah penting bagi orang tua. Love u mom, love u dad.
Film kedua masih dari seri Detective Connan subjudul "The Fourteen Target". Masih bercerita tentang pembunuhan yang dilakukan oleh seorang Sommelier (aku juga baru tahu kalo ada profesi bernama ini, yaitu pekerjaannya menguji kualitas anggur). Lagi-lagi untuk balas dendam, detilnya silahkan saja liat sendiri. Yang pasti di seri ini aku menemukan pesan terkadang kita harus melukai seseorang yang kita cintai justru untuk menyelamatkannya. Kemudian pemahaman kita atas sebuah kebenaran dan rasa cinta terkadang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadii. Dan sampai disini aku merasa, berharap menemukan seseorang seperti "Shinici Kudo". Hmm,, hanya sebuah harapan atas kekaguman pada karakter.
Film terakhir adalah "How You Train Your Dragon". Ya,, benar-benar sebuah naga. Bangsa Viking menganggap bahwa Naga adalah hama, tanpa mereka mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Hingga seorang anak kepala suku menentang hal itu dengan caranya sendiri, ia bertemu dengan seekor naga yang terluka, menolongnya kemudian bersahabat. Singkatnya kemudian ia dapat mengalahkan raja Naga dengan bantuan naga piaraannya dan kawan-kawannya, ayahnya sadar dan mengerti bahwa mereka salah dalam memandang naga. Satu kalimat yang membuatku termenung "aku melihat pada matanya dan aku melihat diriku, dia sama ketakutannya seperti aku". Aku memaknai bahwa terkadang kita salah dalam memandang sesuatu hal, kita terlalu takut untuk menghadapinya hanya karena isue yang belum tentu kebenarannya. Yang aku tahu juga kita harus memiliki keberanian, keyakinan dan kepercayaan sekecil apapun itu, kita harus menjadi kuat.
Panjang memang, tapi itulah sepenggal kehidupan,,,
Jumat, 13 April 2012
Senin, 09 April 2012
Satu Topeng saja
Berikan aku satu topeng saja,,
ya cuma satu topeng saja yang aku inginkan.
bukan, bukan untuk bersembunyi dari kenyataan,,
bukan pula untuk bersembunyi dari dunia,
aku hanya butuh satu topeng saja untukku menatap dunia dengan cara yang baru,
Berikan aku satu topeng saja,
cukuplah satu topeng saja,
hanya agar aku mampu berkaca sendiri
hidup ini tidaklah hanya hitam dan putih,
pun merah, biru bahkan abu-abu,,
Tolong berikan saja aku topeng itu,
satu saja cukup , tak perlu banyak
aku cuma ingin menyembunyikan luka,
agar dunia tetap indah dimataku ketika aku tersenyum,,
Masihkah kau akan menyembunyikan topeng itu?
ya cuma satu topeng saja yang aku inginkan.
bukan, bukan untuk bersembunyi dari kenyataan,,
bukan pula untuk bersembunyi dari dunia,
aku hanya butuh satu topeng saja untukku menatap dunia dengan cara yang baru,
Berikan aku satu topeng saja,
cukuplah satu topeng saja,
hanya agar aku mampu berkaca sendiri
hidup ini tidaklah hanya hitam dan putih,
pun merah, biru bahkan abu-abu,,
Tolong berikan saja aku topeng itu,
satu saja cukup , tak perlu banyak
aku cuma ingin menyembunyikan luka,
agar dunia tetap indah dimataku ketika aku tersenyum,,
Masihkah kau akan menyembunyikan topeng itu?
Minggu, 25 Maret 2012
Kamu, Mereka dan Egoku
Ketika dihadapkan pada pilihan antara kamu, mereka dan egoku sendiri aku dilema.
Tak mampu menentukan pilihan,
Kamu penting,
Mereka sangat penting,
Egoku juga penting,
Kamu penting dihatiku, bahagiaku..
Mereka penting dihidupku, kehidupan bagiku
Egoku juga, karena aku hidup..
Ahh,, semua ini menggangguku,,
Kamu nggak mau mengerti apa yang terjadi disini,
Kamu menuntut apa yang aku janjikan saat kembali
Kamu maunya aku bersamamu,
Tapi sadarkah aku juga maunya nggak usah dimengerti,
Maunya biar saja aku yang mengerti kamu,
Maunya aku juga memenuhi itu,
tapi kenyataan yang kuhadapi menuntutku bersikap lain,
Keadaan ini diluar kuasaku,
Dan mauku juga begitu,
Bersamamu..
Mereka menuntut tanggungjawabku
Tanggungjawab sebagai anak perempuan tertua,
Aku menerima itu,
Dengan ikhlas,
Tapi maafkan aku jika akhirnya aku membuat topeng yang baru,
Lalu egoku?
Biarkan saja, sudah lama ia mati kekeringan
Sudah lama aku mengabaikan itu..
Meskipun aku rindu kebebasan itu,,
Ketika dihadapkan pada pilihan Kam, Mereka dan Egoku
Aku memilih membuat topeng yang baru
Tak mampu menentukan pilihan,
Kamu penting,
Mereka sangat penting,
Egoku juga penting,
Kamu penting dihatiku, bahagiaku..
Mereka penting dihidupku, kehidupan bagiku
Egoku juga, karena aku hidup..
Ahh,, semua ini menggangguku,,
Kamu nggak mau mengerti apa yang terjadi disini,
Kamu menuntut apa yang aku janjikan saat kembali
Kamu maunya aku bersamamu,
Tapi sadarkah aku juga maunya nggak usah dimengerti,
Maunya biar saja aku yang mengerti kamu,
Maunya aku juga memenuhi itu,
tapi kenyataan yang kuhadapi menuntutku bersikap lain,
Keadaan ini diluar kuasaku,
Dan mauku juga begitu,
Bersamamu..
Mereka menuntut tanggungjawabku
Tanggungjawab sebagai anak perempuan tertua,
Aku menerima itu,
Dengan ikhlas,
Tapi maafkan aku jika akhirnya aku membuat topeng yang baru,
Lalu egoku?
Biarkan saja, sudah lama ia mati kekeringan
Sudah lama aku mengabaikan itu..
Meskipun aku rindu kebebasan itu,,
Ketika dihadapkan pada pilihan Kam, Mereka dan Egoku
Aku memilih membuat topeng yang baru
Jumat, 23 Maret 2012
Butuh Waktu,
Rasa kecewa adalah sebuah rasa yang sungguh tidak menyenangkan, terlebih ketika kekecewaan itu menghampiri untuk kegagalan atas sesuatu hal yang sangat didambakan. Akhirnya penyesalan itu yang datang. Ahh,,, kecewa itu tak pernah lebih indah.
Mimpi-mimpi dan pengharapan itu yang membawa kita pada sebuah kekecewaan. Tapi sabarlah dibalik kekecewaan selalu ada yang lebih indah meskipun waktunya tidak segera. Ingatlah bahwa kaktus membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk menghasilkan sekuntum bunganya yang indah. Bahwa seekor ulat membutuhkan waktu yang panjang untuk menjadi seekor kupu-kupu. Maka begitu pula janji Tuhan.
Mungkin saat ini aku, mama dan aba sedang kecewa atau mungkin juga menyesal atas takdir ini. tapi aku percaya, selalu percaya bahwa Tuhan memberikan keindahan suatu saat nanti dengan cara yang berbeda. Karena kita takkan pernah mampu menebak cara kerja Tuhan. bolehlah air mata itu menetes karena memang air mata ini diciptakan Tuhan untuk kita, bolehlah amarah itu menyeruak karena itu adalah sesuatu yang wajar. Reaksi yang wajar atas kegagalan. Dan tentu boleh jua lah aku meminta kepada Tuhan untuk menghapuskan lara ini.
Tuhan, tolong hapuskan perih itu, tolong sembuhkan luka itu, berilah yang terbaik dengan segera. Aku tak bisa melihat beliau terus-terusan seperti ini, aku tak mau melihat beliau sakit karena kegagalan ini. Tuhan kepadaMu aku berserah...
Ba,, Na percaya selalu ada jalan untuk ini, selalu ada kesuksesan dibalik kegagalan.
Na sayang Aba..
Mimpi-mimpi dan pengharapan itu yang membawa kita pada sebuah kekecewaan. Tapi sabarlah dibalik kekecewaan selalu ada yang lebih indah meskipun waktunya tidak segera. Ingatlah bahwa kaktus membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk menghasilkan sekuntum bunganya yang indah. Bahwa seekor ulat membutuhkan waktu yang panjang untuk menjadi seekor kupu-kupu. Maka begitu pula janji Tuhan.
Mungkin saat ini aku, mama dan aba sedang kecewa atau mungkin juga menyesal atas takdir ini. tapi aku percaya, selalu percaya bahwa Tuhan memberikan keindahan suatu saat nanti dengan cara yang berbeda. Karena kita takkan pernah mampu menebak cara kerja Tuhan. bolehlah air mata itu menetes karena memang air mata ini diciptakan Tuhan untuk kita, bolehlah amarah itu menyeruak karena itu adalah sesuatu yang wajar. Reaksi yang wajar atas kegagalan. Dan tentu boleh jua lah aku meminta kepada Tuhan untuk menghapuskan lara ini.
Tuhan, tolong hapuskan perih itu, tolong sembuhkan luka itu, berilah yang terbaik dengan segera. Aku tak bisa melihat beliau terus-terusan seperti ini, aku tak mau melihat beliau sakit karena kegagalan ini. Tuhan kepadaMu aku berserah...
Ba,, Na percaya selalu ada jalan untuk ini, selalu ada kesuksesan dibalik kegagalan.
Na sayang Aba..
Senin, 19 Maret 2012
Apa Minat Saya?
Menyelesaikan sebuah tugas yang tidak menyenangkan bukanlah sesuatu hal yang mudah. Apalagi tugasnya kali ini adalah sebuah proposal. Bukan proposal kegiatan, melainkan proposal penelitian. Walaupun ini hanya sebuah proses pembelajaran yang belum tentu kedepannya proposal tersebut akan dilanjutkan sebagai bahan skripsi, tapi tetap saja proses pembuatannya membutuhkan energi yang tidak sedikit. Sungguh melelahkan..
Malangnya saya, hingga detik ini, detik-detik terakhir pengumpulan tugas saya belum menemukan tema yang pas untuk saya angkat menjadi sebuah permasalahan. Ketika saya meminta pendapat kepada orang lain yang telah lebih dulu membuatnya, saya mendapatkan pertanyaan yang sama. Selalu "kamu minatnya dimana? di bidang apa?" setelah itu mereka berkata lagi "dari sana turunkan ke permasalahan". Saya mengerti itu, saya faham. Tapi kemudian muncul lagi sebuah masalah, yaitu SAYA SENDIRI TIDAK TAHU APA MINAT SAYA!!
Lalu saya berfikir apanya yang salah dengan saya? Tepatnya apa yang harus saya lakukan? Menyerah jelas tidak mungkin, tapi memaksakan jelas hasilnya tidak akan optimal. Lalu apa?
Kalau begitu mungkin seharusnya begini saja, sekarang saya berhenti untuk memaksakan otak saya berfikir. Saya akan berkhayal saja, berharap dalam hayalan itu saya menemukan insight. Pertanyaannya bolehkah saya melakukan itu? Atau tepatnya berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk itu? Haha... bukan pilihan yang tepat.
Malangnya saya, hingga detik ini, detik-detik terakhir pengumpulan tugas saya belum menemukan tema yang pas untuk saya angkat menjadi sebuah permasalahan. Ketika saya meminta pendapat kepada orang lain yang telah lebih dulu membuatnya, saya mendapatkan pertanyaan yang sama. Selalu "kamu minatnya dimana? di bidang apa?" setelah itu mereka berkata lagi "dari sana turunkan ke permasalahan". Saya mengerti itu, saya faham. Tapi kemudian muncul lagi sebuah masalah, yaitu SAYA SENDIRI TIDAK TAHU APA MINAT SAYA!!
Lalu saya berfikir apanya yang salah dengan saya? Tepatnya apa yang harus saya lakukan? Menyerah jelas tidak mungkin, tapi memaksakan jelas hasilnya tidak akan optimal. Lalu apa?
Kalau begitu mungkin seharusnya begini saja, sekarang saya berhenti untuk memaksakan otak saya berfikir. Saya akan berkhayal saja, berharap dalam hayalan itu saya menemukan insight. Pertanyaannya bolehkah saya melakukan itu? Atau tepatnya berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk itu? Haha... bukan pilihan yang tepat.
Jumat, 16 Maret 2012
LAGI-LAGI
Ini bukan pengorbanan,
Bukan cinta, dan bukan kesalahan
Lalu apa namanya?
Ketika sebuah kejujuran dianggap sebagai kebohongan.
Ini bukan masalah tidak menghargai,
Atau tidak mencintai,
Ini masalah harga diri yang sebenarnya sudah tipis
Tapi tidakkah boleh menebalkannya lagi?
Lagi-lagi ini bukan masalah mencintai atau tidak,
Tapi masalahnya disini,
Didalam hati,
Saya butuh penghargaan sebagai manusia..
Bisakah?
Setidaknya tidak terus menerus ditimpakan kesalahan,
Lagi-lagi ini bukan masalahmu,
Tapi masalahku,
Seperti biasa
Tentang Manusia
aku mengerti sesuatu hari ini, dalam setiap harinya, dalam setiap langkahnya, dalam setiap ucapnya manusia itu takkan pernah melepaskan topengnya. Maka bagiku slogan yang berkata "yang lain berpura-pura, gue apa adanya" rasanya kurang pas. Mungkin ia kalau kita harus apa adanya, tapi kepura-puraan itu penting untuk menyembunyikan semua sikap negatif kita dan menunjukan penghargaan kepada orang lain.
Kepura-puraan tidak selalu diartikan sebagai sesuatu hal yang negatif. Tapi dapat pula diartikan sebagai sebuah bentuk pengertian. Ini saja singkatnya, ketika kita marah atau kesal kepada seseorang lalu kita berhadapan dengan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan rasa kesal, haruskah kita memasang wajah kusut tidak menyenangkan? Tidak begitu bukan?! Atau ketika mood kita sedang tidak baik, lalu kita bertemu dengan sahabat , akankah kita meluapkan kekesalan itu pada mereka? Bukan pilihan yang tepat bukan?!
Dengan hal itu tidak serta merta saya menyetujui kebohongan, saya hanya berharap bahwa setiap orang membutuhkan topeng-topeng yang lain, yang selalu baru dalam setiap kesempatan dan dapat mengenakan topeng itu dengan tepat. Karena tanpa topeng manusia tidak bisa memanusiakan manusia lainnya.
Kepura-puraan tidak selalu diartikan sebagai sesuatu hal yang negatif. Tapi dapat pula diartikan sebagai sebuah bentuk pengertian. Ini saja singkatnya, ketika kita marah atau kesal kepada seseorang lalu kita berhadapan dengan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan rasa kesal, haruskah kita memasang wajah kusut tidak menyenangkan? Tidak begitu bukan?! Atau ketika mood kita sedang tidak baik, lalu kita bertemu dengan sahabat , akankah kita meluapkan kekesalan itu pada mereka? Bukan pilihan yang tepat bukan?!
Dengan hal itu tidak serta merta saya menyetujui kebohongan, saya hanya berharap bahwa setiap orang membutuhkan topeng-topeng yang lain, yang selalu baru dalam setiap kesempatan dan dapat mengenakan topeng itu dengan tepat. Karena tanpa topeng manusia tidak bisa memanusiakan manusia lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)