Ketakutan itu tiba-tiba datang lagi,,
Menelikung dalam-dalam ke jiwa terdalam..
Membuat ciut keberanian yang memang hanya sejumput,
Menenggelamkan semua keaangkuhan yang selama ini dipertahankan,
Ketakutan ini begitu menikam,
Bukan takut akan cinta atau kehilangan,
Bukan takut akan mimpi,
Tapi takut akan hidup, kehidupan
Mati, kematian
Dan entah kematian dalam hidup atau mungkin kehidupan dalam mati
Ataukah mati dalam kehidupan juga hidupo dalam kematian
Entah,,,
Rasa takut ini begitu sulit dideskripsikan..
Seperti takut akan sesuatu yang nyata namun tak tampak,
Entah dosa atau pahala,
Syurga atau neraka,
Aku takut,
Ketakutan yang menenggelamkan segala keberanian yang sejumput itu
Aku takut,,
Amat sangat takut..
Ketakutan ini membawaku pada sebuah renungan tentang hidupku selama ini
Ya,, hidup yang mungkin aku sia-siakan begitu saja,
Hidup yang membuatku angkuh dan lupa pada Pemberi Hidup
Lupa akan kewajiban,
Aku Lena dalam kilau sementara..
Aku takut Tuhan..
Sungguh aku takut...
Tolong Tuhan..
Rasanya sungguh menyedihkan..
Tersiksa...
Ketakutan ini...
Lebih menyakitkan...
Tuhan,,
Dengan nama-Mu aku memohon ampun...
Memohon ketenangan...
Meminta cahaya-Mu
Soraina Raii
Pemimpi yang Tenggelam dalam Mimpinya Sendiri
Rabu, 23 Mei 2012
Kamis, 17 Mei 2012
Pulang ke Masa Lalu
Kalian benar,,
Aku yang salah,,
Pulang kali ini,,
Aku pulang ke masa lalu,,
bukan ke masa depan,,
Dan celakanya aku terjebak disana,,
Tak menemukan jalan keluar..
Aku kembali ke masa lalu,
Dan menemukan aku seperti 6 tahun lalu,
Merasakan perasaan yang sama seperti dulu,,
Menyenangkan sekaligus menyesakkan,,
Butuh bertahun membangun,
Tapi hanya butuh sejenak untuk menghancurkan,
Aku kembali pada masa lalu,
Seperti yang kalian katakan kepadaku,
Berlingkar, tanpa arah, tanpa pintu keluar..
Aku terjebak tanpa ingin keluar..
Aku yang salah,,
Pulang kali ini,,
Aku pulang ke masa lalu,,
bukan ke masa depan,,
Dan celakanya aku terjebak disana,,
Tak menemukan jalan keluar..
Aku kembali ke masa lalu,
Dan menemukan aku seperti 6 tahun lalu,
Merasakan perasaan yang sama seperti dulu,,
Menyenangkan sekaligus menyesakkan,,
Butuh bertahun membangun,
Tapi hanya butuh sejenak untuk menghancurkan,
Aku kembali pada masa lalu,
Seperti yang kalian katakan kepadaku,
Berlingkar, tanpa arah, tanpa pintu keluar..
Aku terjebak tanpa ingin keluar..
Selasa, 08 Mei 2012
Jalan Tuhan Bagiku
Jalan Tuhan misterius,
Tak mampu dimengerti logika manusia terbatas,
Perih itu juga jalanNya sampai pada kebahagiaan,
Tapi aku tak mengerti kenapa mata ini harus menetes air?
Aku bahagia dan perih sekaligus,
Entah mungkin aku yang terlalu lemah,
Mungkin aku yang terlalu naif,
Tapi perih ini sungguh,,
Tak bisa ku sembunyikan dalam ribuan topeng yang aku punya,
Perih ini tetaplah kerikil tajam dalam perjalanan panjang,
Lagi-lagi aku tak mengerti atas perasaan ini,
Perasaan yang menjebakku dalam lingkaran ketidakberdayaanku
Pengertian yang aku bangun justru semakin menjerumuskanku,
Senyum itu terus menerus menjadi tanpa makna,
Dan mata ini tak lagi bening menatap..
Sampai kapan?
Perjalanan ini masih panjang,
Berharap menemukan pelindung diri dari kerikil tajam itu segera,
Agar sakitnya tak terus mendera...
Jalan Tuhan semakin misterius saja...
Tak mampu dimengerti logika manusia terbatas,
Perih itu juga jalanNya sampai pada kebahagiaan,
Tapi aku tak mengerti kenapa mata ini harus menetes air?
Aku bahagia dan perih sekaligus,
Entah mungkin aku yang terlalu lemah,
Mungkin aku yang terlalu naif,
Tapi perih ini sungguh,,
Tak bisa ku sembunyikan dalam ribuan topeng yang aku punya,
Perih ini tetaplah kerikil tajam dalam perjalanan panjang,
Lagi-lagi aku tak mengerti atas perasaan ini,
Perasaan yang menjebakku dalam lingkaran ketidakberdayaanku
Pengertian yang aku bangun justru semakin menjerumuskanku,
Senyum itu terus menerus menjadi tanpa makna,
Dan mata ini tak lagi bening menatap..
Sampai kapan?
Perjalanan ini masih panjang,
Berharap menemukan pelindung diri dari kerikil tajam itu segera,
Agar sakitnya tak terus mendera...
Jalan Tuhan semakin misterius saja...
Minggu, 06 Mei 2012
Semuanya Tentang Kamu
Semuanya tentang kamu,,
Ya kamu,,,
Lama menghilang lalu datang...
Terkubur dalam mimpi-mimpi lalu menjelma nyata,,
Masih tetap saja seperti mimpi bagiku,,,
Terlalu indah,,
Bahkan sempurna,,
Semuanya tentang kamu,,
Ya kamu,,,
Kenangan paling indah dalam hidupku,,
Entah musium ini tak pernah bisa kututup rapat,,,
Pintunya masih saja terbuka walau hanya celah,,
Dan justru celah itu yang menyiksaku,,,
Karena sejak itu bayangmu tak pernah mau pergi...
Ya semuanya tentang kamu,,
Tentang aku,
Tentang kita,
Tentang kenangan,,
Masih tentang kamu,,
Biarlah menjadi mozaik di hidupku,
Biarlah sunyinya malam yang tahu betapa,,
Betapa ingin raga ini kembali menjadi rumah untuk jiwamu,
Betapa harapan itu takkan pernah menjadi nyata,,
Biarlah,,,
Semuanya tentang kamu,,
Kamu dan aku...
Ya kamu,,,
Lama menghilang lalu datang...
Terkubur dalam mimpi-mimpi lalu menjelma nyata,,
Masih tetap saja seperti mimpi bagiku,,,
Terlalu indah,,
Bahkan sempurna,,
Semuanya tentang kamu,,
Ya kamu,,,
Kenangan paling indah dalam hidupku,,
Entah musium ini tak pernah bisa kututup rapat,,,
Pintunya masih saja terbuka walau hanya celah,,
Dan justru celah itu yang menyiksaku,,,
Karena sejak itu bayangmu tak pernah mau pergi...
Ya semuanya tentang kamu,,
Tentang aku,
Tentang kita,
Tentang kenangan,,
Masih tentang kamu,,
Biarlah menjadi mozaik di hidupku,
Biarlah sunyinya malam yang tahu betapa,,
Betapa ingin raga ini kembali menjadi rumah untuk jiwamu,
Betapa harapan itu takkan pernah menjadi nyata,,
Biarlah,,,
Semuanya tentang kamu,,
Kamu dan aku...
Rabu, 18 April 2012
Deburan Rasa Tak Berpangkal
![]() |
| Add caption |
Dia nyatanya begitu indah untuk aku lupakan begitu saja,
Terlalu tinggi harapan itu,
Ambisi itu,
Obsesi itu,
Dan nyatanya aku masih perih ketika ia bersama yang lain,
Padahal aku tahu ia bukan siapa-siapa bagiku,
Nyatanya debaran ini kian terasa ketika didekatku,
Dia..
Pesonanya begitu kuat,
Begitu indah,
Begitu ...
Ah,, menurutku itu sempurna,
Padahal aku sadar dengan sepenuhnya,
Bahwa hatiku tak sendiri lagi,,
Setengah hati ini tlah dimiliki orang lain,
Tapi sisa hati ini memaksaku untuk memujanya,
Sungguh pujaan yang memabukkan,
Tuhan,,
Apa ini?
Apa namanya?
Tuhan,,
Aku rapuh..
Senin, 16 April 2012
Tanpa Permisi dalam Mimpi
Datang begitu saja tanpa permisi,
Pergi begitu saja tanpa pamit,
Sayangnya kenangannya tak mau pergi begitu saja,
Hanya sejenak bertemu dengannya,
Dalam satu jenak itu aku begitu bahagia,
Rasa bahagia yang entah datang darimana,
Datang dan pergi begitu saja,
Tanpa permisi, tanpa pamit..
Celakanya membuatku enggan bangun dari mimpi,
Terlalu indah jika harus bangun dan mengenangnya hanya sebagai mimpi,
Begitu nyata,
Menyenangkan,
Tapi disini,
Dalam dunia yang ini,
Dunia kenyataan,
Bahkan tak sedikitpun kau melirik kepadaku,
Tak sedikitpun rasa itu tumbuh dalam hatimu,
Aku asing bagimu,
Dan itulah yang menyakitkanku..
Aku bukan siapa-siapa bagimu..
Hey,,,
Kenapa datang begitu saja, dan pergi tanpa kata..
Membiarkanku merindu,
Rindu yang menyakitkan..
Hey,,
Kamu...
Pergi begitu saja tanpa pamit,
Sayangnya kenangannya tak mau pergi begitu saja,
Hanya sejenak bertemu dengannya,
Dalam satu jenak itu aku begitu bahagia,
Rasa bahagia yang entah datang darimana,
Datang dan pergi begitu saja,
Tanpa permisi, tanpa pamit..
Celakanya membuatku enggan bangun dari mimpi,
Terlalu indah jika harus bangun dan mengenangnya hanya sebagai mimpi,
Begitu nyata,
Menyenangkan,
Tapi disini,
Dalam dunia yang ini,
Dunia kenyataan,
Bahkan tak sedikitpun kau melirik kepadaku,
Tak sedikitpun rasa itu tumbuh dalam hatimu,
Aku asing bagimu,
Dan itulah yang menyakitkanku..
Aku bukan siapa-siapa bagimu..
Hey,,,
Kenapa datang begitu saja, dan pergi tanpa kata..
Membiarkanku merindu,
Rindu yang menyakitkan..
Hey,,
Kamu...
Sabtu, 14 April 2012
Tentang Warna Malam Ini
Aku tak pernah bisa diam jika bersamamu,
Bersama kalian,
Hidup ini terlalu berwarna jika aku harus terdiam diantara riuh kata-katamu,
Kata-kata yang kalian ucapkan,
Ya, kamu terlalu istimewa untuk aku diamkan begitu saja,
Kalian istimewa si hidupku,
Tak pernah seperti dia,
Dia yang dengannya aku terdiam,
Diam yang menyiksa dan menyenangkan sekaligus,
Entah apa namanya ini,
Aku pun tak tau..
Terimakasihku padamu,
Pada kalian,
Warna-warni hidupku,
Dalam kata yang kacau,
Dalam kalimat yang rancu,
Bahkan dalam percakapan tak jelas ujung pangkal,
Aku menikmatinya,
Karena dengan itu,
Malampun mencipta purnama..
Sahabat....
Terbaik,,
Tapi biarkan aku terdiam jika aku mengingatnya,
Karena diamku untuknya adalah pelangi yang lain...
Bersama kalian,
Hidup ini terlalu berwarna jika aku harus terdiam diantara riuh kata-katamu,
Kata-kata yang kalian ucapkan,
Ya, kamu terlalu istimewa untuk aku diamkan begitu saja,
Kalian istimewa si hidupku,
Tak pernah seperti dia,
Dia yang dengannya aku terdiam,
Diam yang menyiksa dan menyenangkan sekaligus,
Entah apa namanya ini,
Aku pun tak tau..
Terimakasihku padamu,
Pada kalian,
Warna-warni hidupku,
Dalam kata yang kacau,
Dalam kalimat yang rancu,
Bahkan dalam percakapan tak jelas ujung pangkal,
Aku menikmatinya,
Karena dengan itu,
Malampun mencipta purnama..
Sahabat....
Terbaik,,
Tapi biarkan aku terdiam jika aku mengingatnya,
Karena diamku untuknya adalah pelangi yang lain...
Langganan:
Postingan (Atom)
